cacing dapat digunakan untuk mempercepat proses pengomposan. metode ini dikenal dengan vermikomposting. metode ini lebih efektif debanding dengan metode pengomposan yang hanya mengandalkan bakteri pengurai yang ada didalam bahan kompos. pada pengomposan ini bakteri pengurai tetap berperan dalam proses penguraian bahan kemudian proses penguraian selanjutnya dilakukan oleh cacing. beberapa keuntungan penggunaan cacing dalam proses pengomposan adalah:
1. karena berlangsung secara aerobik,proses pengomposan tidak menimbulkan bau busuk seperti pengomposan pada umumnya.
2. waktu pengomposan menjadi lebih cepat
3. kotoran cacing (kascing) yang dihasilkan dapat dijadikan pupuk organik karena mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman dan mudah diserap.
jenis cacing tanah yang biasa digunakan adalah Lumbricus rubellus (kayak nama temennya asterix..hehehe) cacing jenis ini dapat hidup dalam populasi yang padat.cacing banyak ditemukan dibawah timbunan daunan atau timbunan kotoran ternak.cacing ini tidak dapat hidup jauh didalam tanah seperti cacing lainnya tetapi lebih sering hidup dilapisan atas yang mendekati permukaan tanah. cacing dewasa pada umur 7 minggu dan bertelur pada umur 8 minggu.seekor cacing dewasa dapat menghasilkan 2 telur perminggu dan setiap telur dapat menetaskan 2 -3 ekor cacing.
ciri ciri cacing lumbrikus adalah sbb:
1. bagian atas tubuhnya berwarna kecoklatan atau merah ungu,sedangkan permukaan bawah tubuhnya berwarba pucat
2. menempati tanah lapisan atas, tetapi kawin dan bertelur didalam tanah
3. panjang 60 -150 mm dan diameter 4-6 mm
4.mencapai dewasa pada umur 179 hari dengan masa hidup 682 – 719 hari
5. dapat menghasilkan 79 – 106 kokon pertahun perekor
pemilihan bahan dan persiapan
bahan yang dapat digunakan untuk membuat kompos dengan bantuan cacing adalah bahan yang berserat tinggi spt jerami,batang pisang sabut kelapa dan kertas. setelah dipilih bahan tersebut diangin anginkan selama 2-3 minggu selama